Selasa, 08 September 2015

7 Band Indie lokal keren versi kuping gue



Indie atau independent yang berarti merdeka, berdiri sendiri, berjiwa bebas, dan tidak bergantung sama pacar, pacar orang atau pacar nya tante eh bukan itu yah maksudnya.




Disini gue mau bahas band indie yg berdiri sendiri, berkreasi sendiri, berkreatifitas sendiri, makan sendiri, mandi sendiri, pokonya apapun dilakuin secara sendiri deh... Band Indie ini bebas menentukan musik, aransement, lirik lagunya itu berdasarkan kreasi dan kreativitas mereka sendiri tanpa ada konsep yg ditentukan orang lain atau major label, sehingga jika kita mendengarkan musik-musik dari band Indie ini akan terasa feel nya (ciee gituu).


Nah, sekarang gue mau ngasih tau band-band Indie kesukaan gue atau rekomendasi band indie yg harus lu denger karya nya...

1. The S.I.G.I.T 




The S.I.G.I.T (The Super Insurgent Group of Intemperance Talent) band yg ngusung aliran musik rock n roll ini berasal dari bandung dibentuk pada tahun 1997 waktu para personelnya masih duduk di bangku SMA, masih unyu-unyu nih pas SMA. Nama The S.I.G.I.T itu sendiri baru dipake tahun 2002, tahun 2004 mereka ngeluncurin mini album yang berjudul ”EP” ada 6 lagu di album ini. The S.I.G.I.T merupakan potret band indie yg 'melek' teknologi dengan manfaatin media sosial buat promosiin lagu-lagu mereka. gini dong kaya The S.I.G.I.T gunain medsos buat promo karya mereka jgn kaya kamu gunain medsos buat curhat doang ...

2. Pure Saturday



Pure Saturday band Pelopor lahirnya banyak grup musik indie pop di IndonesiaBand Indie yg berasal dari Bandung juga, yg lebih 'tua' dari The S.I.G.I.T, di bentuk tahun 1994 oleh Muhammad Suar Nasution (vokal, gitar), Aditya Ardinugraha (gitar), Yudistira Ardinugraha (drum), Ade Purnama (bass), Arief Hamdani (gitar). Sebenernya tahun 1992 semua personil PS udah ngeband iseng-iseng, dulu namanya bukan Pure Saturday tapi "Tambal Ban" entah terinspirasi darimana atau mungkin salah satu personilnya berprofesi sebagai tukang tambal ban atau mungkin yg naburin paku dijalan hehe ... Nah pas tahun 1994 mereka mau ikutan Festival Musik Unplugged, otomatis harus punya nama yang keren dong. Terpilihlah nama "Pure Saturday" yang tercetus secara spontan. Nama ini diambil karena hari Sabtu merupakan hari latihan, sejak pagi hingga menjelang subuh. Jadi maksudnya hari Sabtu itu benar-benar merupakan hari kerja buat mereka. Disamping itu, untuk mengisi kekosongan waktu anak-anak Pure Saturday yang saat itu masih pada jomblo, duuh kesian yah.. maka dari pada bengong berhayal yang macem-macem mendingan ngeband. Begitulah motto hidup mereka.

3. Efek Rumah Kaca


Group musik Indie yang berasal dari Jakarta ini terdiri dari Cholil Mahmud (vokal, gitar), Adrian Yunan Faisal (vokal latar, bass), Akbar Bagus Sudibyo (drum, vokal latar). Lagu-lagu Efek Rumah Kaca yg sendu, menyentuh, dalem banget sedalem cinta abang ke eneng, dan memotret keadaan sosial masyarakat di sekitar mereka pada semua tingkatan. Band yg telah vakum kurang lebih satu setengah tahun ini baru ngeluncurin single terbarunya sekitar pertengahan bulan Juli lalu yg berjudul "Pasar Bisa Diciptakan" yg merupakan elaborasi lebih lanjut dari “Cinta Melulu” yang bercerita tentang kegelisahan ERK terhadap proses menghasilkan karya terkait posisi dalam pasar atau industri.

4. Morfem


Band Proyek sampingan dari vokalis The Upstairs, Jimi Multhazam (vokal) bersama tiga rekannya yang beberapa tergabung juga dalam band The Porno, Nervous Breakdown dan Dikeroyok Wanita, yakni Pandu Fathoni (gitar), Freddie Alexander Warnerin (drum) dan Bramasta Juan Sasongko (bas). Melalui paduan gitar berlapis ala Jesus and the Mary Chain, seksi ritem yang padat dan megah serta lirik berbahasa Indonesia yang cedas dan deskriptif, musik Morfem terdengar sangat menyegarkan. Morfem bisa disebut sebagai salah satu jejak band-band lokal yang mulai menatap 90's alternative sounds.

5. White Shoes and The Couples Company



Band yang mengusung tema tahun 70-an untuk menjadi ciri khas mereka ini beraliran pop/funk/jazz. White shoes atau bisa disingkat wsatcc berasal dari Jakarta. Musik wsatcc banyak dipengaruhi lagu-lagu dalam soundtrack film Indonesia tahun 70-an, dan terinspirasi dengan semangat akustik para musisi classic jazz tahun 30-an. Ditambah dengan classic strings arrangements yang dibubuhi oleh irama retro disco, easy listening acoustic ballads dan sedikit sentuhan nada dari keyboard mainan anak-anak keluaran akhir tahun 70-an. Pokonya lagu-lagu wsatcc easy listening banget deh syahdu ~

6. The Adams


The Adams merupakan group musik indie yang memiliki warna musik power pop. Group musik ini dibentuk pada tahun 2001 dengan nama Lonely band, baru pada tahun 2002 berganti nama menjadi The Adams. Saat ini grup musik tersebut telah merilis dua buah album studio, antara lain The Adams dan V2.05. Formasi saat ini terdiri dari Ario Hendarwan (gitar, vokal), Saleh Bin Husein (gitar, suara latar), Arfan (bass, suara latar), Kaka (synth, kibord), Gigih (drum, suara latar). The Adams pernah mengisi soundtrack di film Janji Joni dan Quickie Express.
7. Monkey To Millionaire


Band alternative rock dari Jakarta ini dulunya bernama Lucca yang memainkan lagu – lagu seperti Nirvana sampaii Weezer. Namun mulai Januari 2004 mereka merubah namanya menjadi Monkey To Millionaire (dengan arti “from zero to hero”). Format awal band ini 4 personil namun karena sesuatu akhirnya tinggal bertiga yaitu : Wisnu Adji – vocals/guitar, Agan Sudrajat – bass/vocals dan Emir Kharsadi – drums. Sampai saat ini Monkey sudah mempunyai 2 EP (self titled dan Strange Is the Song In Our Conversation?) dan 1 Full Album (Lantai Merah).
Sebenernya banyak band indie lain yg gue demen dan keren pastinya, tapi gue share 7 band aja yah toh semua band indie emang keren mennn karena mereka berkreasi berdasarkan dari apa yg memang mereka ciptakan sendiri #hazeeeeeg

Tidak ada komentar :

Posting Komentar